Text
Ketika Fitnah Melanda
Kita hidup di dunia pasti difitnah atau diuji; ujian yang menggembirakan seperti badan sehat, rezeki cukup, orang senang dengan kita; dan sebaliknya kita diuji dengan sesuatu yang menyusahkan hati seperti sakit, kekurangan biaya hidup, orang membenci kita. Semua ini untuk mengetes keimanan kita, siapa yang bersyukur ketika mendapatkan kesenangan dan bersabar ketika mendapatkan musibah, dan siapa yang kufur ketika mendapatkan kesenangan dan siapa yang putus asa ketika mendapatkan kesengsaraan.
Asy-Syaikh ‘Abdurrahman ibn Nashir as-Sa‘di رحمه الله berkata: Allah عز وجل mengabarkan tentang kesempurnaan hikmah-Nya. Di antara hikmah-Nya, tidaklah menjamin setiap orang yang berkata “saya orang mukmin” lalu dia selamat dari fitnah, dia dibiarkan, tidak dihadapkan dengan perkara yang menghalangi imannya; karena kalau manusia tidak diuji keimanannya, kita tidak tahu mana yang benar imannya dan mana yang berdusta; maka sudah menjadi sunnah-Nya untuk umat yang dahulu dan umat ini pasti akan diuji dengan kelapangan dan kesengsaraan, kesulitan dan kemudahan, kesenangan dan kebencian, kaya dan miskin, diuji terkadang musuh menang, musuh memerangi umat Islam dengan perkataan dan perbuatan mereka, dan ujian lainnya. Ini semua adalah fitnah, semua ini mengarah kepada fitnah syubhat yang menghalangi aqidah yang benar, dan fitnah syahwat yang menghalangi manusia untuk beramal shalih; barang siapa ketika dihadapkan pada fitnah syubhat dan syahwat dia tetap teguh imannya, tidak goncang, dan ia menangkis semua syubhat itu dengan ilmu yang benar, dan ketika datang fitnah syahwat yang menyeru melakukan dosa, ia menolaknya dengan melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya, inilah ia benar imannya; tetapi jika datang fitnah syubhat, ia ragu-ragu dan bingung dan ketika datang fitnah syahwat, ia jatuh kepada kemaksiatan, inilah orang tidak benar imannya. Dengan ujian ini, manusia berbeda tingkatan imannya, ada yang kuat imannya dan ada yang lemah, maka hanyalah Allah yang Mahatahu. Kita mohon kepada Allah عز وجل semoga Dia meneguhkan ucapan tauhid kita di dunia sampai di akhirat dan mengokohkan hati kita dengan din-Nya. Ujian bagikan tukang besi membakar besi untuk mengetahui besi-murninya dan kotorannya. {Baca Tafsir al-Karimurrahman (1:626)}
Ketersediaan
Informasi Detail
- Judul Seri
-
-
- No. Panggil
-
-
- Penerbit
-
Gresik, Jawa Timur :
MA’HAD AL-FURQON AL-ISLAMI.,
2017
- Deskripsi Fisik
-
10.5 cm x 14 cm (40 halaman)
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
-
- Klasifikasi
-
NONE
- Tipe Isi
-
text
- Tipe Media
-
-
- Tipe Pembawa
-
-
- Edisi
-
Cetakan Pertama
- Subjek
-
- Info Detail Spesifik
-
-
- Pernyataan Tanggungjawab
-
Aunur Rofiq bin Ghufron
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Kita hidup di dunia pasti difitnah atau diuji; ujian yang menggembirakan seperti badan sehat, rezeki cukup, orang senang dengan kita; dan sebaliknya kita diuji dengan sesuatu yang menyusahkan hati seperti sakit, kekurangan biaya hidup, orang membenci kita. Semua ini untuk mengetes keimanan kita, siapa yang bersyukur ketika mendapatkan kesenangan dan bersabar ketika mendapatkan musibah, dan siapa yang kufur ketika mendapatkan kesenangan dan siapa yang putus asa ketika mendapatkan kesengsaraan.
Asy-Syaikh ‘Abdurrahman ibn Nashir as-Sa‘di رحمه الله berkata: Allah عز وجل mengabarkan tentang kesempurnaan hikmah-Nya. Di antara hikmah-Nya, tidaklah menjamin setiap orang yang berkata “saya orang mukmin” lalu dia selamat dari fitnah, dia dibiarkan, tidak dihadapkan dengan perkara yang menghalangi imannya; karena kalau manusia tidak diuji keimanannya, kita tidak tahu mana yang benar imannya dan mana yang berdusta; maka sudah menjadi sunnah-Nya untuk umat yang dahulu dan umat ini pasti akan diuji dengan kelapangan dan kesengsaraan, kesulitan dan kemudahan, kesenangan dan kebencian, kaya dan miskin, diuji terkadang musuh menang, musuh memerangi umat Islam dengan perkataan dan perbuatan mereka, dan ujian lainnya. Ini semua adalah fitnah, semua ini mengarah kepada fitnah syubhat yang menghalangi aqidah yang benar, dan fitnah syahwat yang menghalangi manusia untuk beramal shalih; barang siapa ketika dihadapkan pada fitnah syubhat dan syahwat dia tetap teguh imannya, tidak goncang, dan ia menangkis semua syubhat itu dengan ilmu yang benar, dan ketika datang fitnah syahwat yang menyeru melakukan dosa, ia menolaknya dengan melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya, inilah ia benar imannya; tetapi jika datang fitnah syubhat, ia ragu-ragu dan bingung dan ketika datang fitnah syahwat, ia jatuh kepada kemaksiatan, inilah orang tidak benar imannya. Dengan ujian ini, manusia berbeda tingkatan imannya, ada yang kuat imannya dan ada yang lemah, maka hanyalah Allah yang Mahatahu. Kita mohon kepada Allah عز وجل semoga Dia meneguhkan ucapan tauhid kita di dunia sampai di akhirat dan mengokohkan hati kita dengan din-Nya. Ujian bagikan tukang besi membakar besi untuk mengetahui besi-murninya dan kotorannya. {Baca Tafsir al-Karimurrahman (1:626)}
Komentar
Anda harus masuk sebelum memberikan komentar